Manfaat Spirulina

 

  • Spirulina – Introduksi
  •  Makanan super termasuk keluarga ganggang biru.
  •       Mengandung70% protein, vitamin E, C, beta karoten (salah satu yang tertinggi)dan B kompleks, sejumlah mineral, ficosianin dan klorofil.

 

Spirulina – Manfaat

  • Berfungsi terapeutik seperti antioksidan, ant-bakteri, anti-virus, antikanker, anti-inflamasi, anti-alergi dan disertai properti anti-diabetik (Kulshreshtha et al., 2008).
  • Tampak meningkatkan pertumbuhan mikroflora usus halus.
  • Juga menjanjikan dalam hal menurunkankadar kolesterol dan trigliserida darah (Lee at al., 2008).
  • Telah ditetapkan memiliki bahan pelawan kanker.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Penurunan berat badan – vitamin yang kaya dengan penekan nafsu makan.
  • Agen menjanjikan dalam menurunkan kolesterol dan trigliserida darah (Lee at al., 2008).
  • Ditetapkan memiliki bahan pelawan kanker
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Memiliki properti anti penuaan.

 

Spirulina – Detoksifikasi

  • Spirulina terbukti menjadi agen chelasi untuk mengeluarkan toksin seperti merkuri, dan substansi radioaktif dari tubuh.
  • Juga digunakan untuk mengangkat kadmium dan timbal dari air limbah.
  • Baik spirulina dan chlorella berkapasitas penyembuhan dan regenerasi yang tinggi.
  • mengandung vitamin, mineral, protein dan lemak yang bekerja secara sinergis dalam memberi vitalitas dan energi.
  • Kaya asam gamma-linolenic (GLA), asam linoleik (LA), asam stearidonik (SDA), asam eicosapentaenoik (EPA), asam docosaphexaenoik (DHA) dan asam arachidonik (AA).
  • Spirulina juga sumber  vitamin B, vitamin C, vitamin D dan vitamin E.


Untuk lebaih mudah dan praktis dalam mengkonsumsi spirulina, pilihlah produk obat herbal yang mengandung spirulina tinggi ditambahn dengan bahan-bahan aktif lainnya, seperti produk yang kami rekomendasikan berikut ini: https://obatherbalaman.wordpress.com/rekomendasi-produk/renew/

Manfaat Alfalfa

Alfalfa Leaf– Introduksi

Alfalfa adalah tanaman sejenis tanaman herba tahunan yang memiliki beberapa ciri, yaitu berakar tunggang, batang menyelusur tegak dari dasar kayu dan tingginya berkisar 30-120 cm, serta daun tersusun tiga. Tangkai daun berbulu dan berukuran 5-30 mm.[4] Kedalaman akar alfalfa dapat mencapai 2-4 meter. Saat memulai perkembangan batang, tunas aksiler di bagian bawah ketiak daun akan membentuk batang sehingga mahkota pada bagian dasar menjadi pangkal dan tunas aksiler di atas tanah membentuk percabangan. Perbungaan tersusun pada tandan yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning.[5]Tumbuhan ini mampu hidup hingga 30 tahun, bergantung dari keadaan lingkungan.[6] Alfalfa juga memiliki bintil (nodul) akar yang mengandung bakteriRhizobium meliloti sehingga dapat menambat atau mengikat nitrogen dari atmosfer untuk keperluan tumbuhan.[6]

Sumber: wikipedia

 

  • Mengandung properti obat aktif seperti isoflavones, sterols, dan phytoestrogens nabati lain ; saponin glycosida dengan fungsi menurunkan kolesterol.
  • Sumber vitamin, protein dan mineral yang baik.
  • Biasa digunakan untuk mengatasi gangguan saluran pencernaan, termasuk ketidakmampuan mencerna, panas/nyeri ulu hati dan meningkatkan selera makan yang buruk.
  • Terdiri dari properti pengobatan aktif seperti isoflavones, sterols, dan fitoestrogen nabati lain: saponin glikosid yang mungkin menurunkan kolesterol

 

 

Alfalfa Leaf – Manfaat

  • Menurunkan LDL, triglyserida dan kolesterol  serta meningkatkan HDL (Asgary et al., 2008).
  • Mengandung beberapa enzim penting agar makanan bisa tercerna tubuh.
  • Klorofil, enzim mineral dan vitamin,semua membantu pencernaan dan mempertahankan selera makan.
  • Digunakan untuk pengobatan tukak lambung, kolitis dan gastritis , ber-efek pada sekresi, pembentukan asam dan fungsi enzimatik saluran intestinal (Nadeau et al., 2000).
  • Juga berkandungan diuretik ringan yang meningkatkan pengeluaran air dari tubuh, oleh karenanya mampu meredakan bengkak akibat akumulasi air
  • Klorofil alfalfa membangun pertahanan baik terhadap invasi bakteri melaui efek rangsang atas pertumbuhan jaringan ikat dan granulasi.
  • Menghilangkan beragam ketidaknyamanan masa kehamilan termasuk morning sickness, ulu hati terbakar, konstipasidan anemia.
  • Alfalfa meningkatkan kadar vitamin K pada wanita hamil, mengurangi perdarahan postpartum baik dalam jumlah maupun durasinya, meningkatkan simpanan vitamin K pada janin, sekaligus menurunkan masalah perdarahannya.
  • Mendukung keberhasilan proses menyusui karena membantu meningkatkan dan mempertahankan sediaan ASI.
  • Tampak membantu menurunkan bengkak dan memperbaiki kadar gula darah.


daun alfalfaUntuk mendapatkan daun alfalfa di Indonesia tidak mudah, namun Anda bisa dengan mudah mendapatkan produk  yang memiliki kandungan alfalfa di dalamnya. Produk tersebit bisa Anda lihat di https://obatherbalaman.wordpress.com/rekomendasi-produk/renew/